<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>atmcellfood2u.com &#187; Pengobatan Kanker</title>
	<atom:link href="http://www.atmcellfood2u.com/category/pengobatan-kanker/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://atmcellfood2u.com</link>
	<description>CELLFOOD CAIRAN KESEHATAN BERENERGI TINGGI UNTUK TERAPI KANKER, DIABETES, GAGAL GINJAL, MORE...</description>
	<pubDate>Sat, 28 Jan 2012 04:34:44 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Terapi Kanker: Sel kanker ovarium dapat dibunuh dengan bubuk Jahe&#8230;</title>
		<link>http://atmcellfood2u.com/terapi-kanker-sel-kanker-ovarium-dapat-dibunuh-dengan-bubuk-jahe/</link>
		<comments>http://atmcellfood2u.com/terapi-kanker-sel-kanker-ovarium-dapat-dibunuh-dengan-bubuk-jahe/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Jun 2009 05:37:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>atm-suwanto</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Artikel Kanker]]></category>

		<category><![CDATA[Pengobatan Kanker]]></category>

		<category><![CDATA[Cellfood]]></category>

		<category><![CDATA[Kanker]]></category>

		<category><![CDATA[kanker ovarium]]></category>

		<category><![CDATA[pengobatan alternatif kanker]]></category>

		<category><![CDATA[terapi kanker]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://atmcellfood2u.com/?p=807</guid>
		<description><![CDATA[TERAPI KANKER
Jahe dapat digunakan untuk membunuh sel kanker ovarium 
sementara komponen yang terdapat pada cabai diduga dapat mengecilkan 
atau menyusutkan tumor pankreas. Demikian kata Dr. Rebecca Liu, asisten
profesor pada bidang obstetri and ginekologi di Universitas
Michigan Comprehensive Cancer Center, AS,
dan timnya, yang melakukan tes terhadap bubuk jahe yang dilarutkan dan
diberikan pada kultur sel kanker ovarium. 
Hasil studi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="background: white; margin: 0in 0in 0pt; line-height: 18pt;"><span><strong>TERAPI KANKER</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="background: white; margin: 0in 0in 0pt; line-height: 18pt;"><span><strong>Jahe dapat digunakan untuk membunuh sel kanker </strong><span style="font-size: small;"><strong>ovarium</strong> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="background: white; margin: 0in 0in 0pt; line-height: 18pt;"><span><span style="font-size: small;">sementara komponen yang terdapat pada cabai diduga dapat mengecilkan </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt;"><span style="color: #000000; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman';"><span style="font-size: small;">atau menyusutkan tumor pankreas. Demikian kata Dr. Rebecca Liu, asisten<br />
profesor pada bidang obstetri and ginekologi di Universitas<br />
Michigan Comprehensive Cancer Center, AS,<br />
dan timnya, yang melakukan tes terhadap bubuk jahe yang dilarutkan dan<br />
diberikan pada kultur sel kanker ovarium. <br />
Hasil studi itu menyebutkan bahwa terdapat bukti berbagai makanan pedas atau<br />
panas bermanfaat untuk menghambat pertumbuhan kanker. Studi itu meneliti<br />
efektivitas jahe terhadap sel penderita kanker. Meskipun demikian, studi ini<br />
masih merupakan langkah pertama. Dikatakan, jahe dapat membunuh sel kanker<br />
dengan dua jalan, yaitu proses penghancuran yang dinamakan apoptosis dan<br />
autophagy, proses pemakanan sel. Hal ini diuraikan para ahli dalam pertemuan<br />
American Association for Cancer Research. <br />
Menurut Dr. Rebecca, banyak penderita kanker yang mengalami resistensi terhadap<br />
kemoterapi standar, di mana tindakan kemoterapi merupakan proses apoptosis.<br />
Sementara jahe yang memiliki kemampuan memakan sel (autophagy) dapat membantu<br />
mereka yang mengalami resistensi terhadap kemoterapi.<br />
American Cancer Society melaporkan kanker ovarium membunuh 16.000 dari 22.000<br />
wanita AS. Jahe terbukti dapat mengontrol keadaan inflamasi, yang berhubungan<br />
dengan perkembangan sel kanker ovarium. Dalam penelitian lain menggunakan tikus<br />
yang diberikan capsaicin (salah satu kandungan pada cabai), Sanjay Srivastava<br />
dari Universitas Pittsburgh School of Medicine, AS, mendapati bahwa capsaicin<br />
ternyata dapat mematikan sel kanker pankreas. Capsaicin membuat sel-sel kanker<br />
mati dan memiliki kemampuan memperkecil ukuran tumor.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt;"> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://atmcellfood2u.com/terapi-kanker-sel-kanker-ovarium-dapat-dibunuh-dengan-bubuk-jahe/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Terapi Kanker : metode kedokteran integratif</title>
		<link>http://atmcellfood2u.com/terapi-kanker-metode-kedokteran-integratif/</link>
		<comments>http://atmcellfood2u.com/terapi-kanker-metode-kedokteran-integratif/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Jun 2009 05:30:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>atm-suwanto</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Artikel Kanker]]></category>

		<category><![CDATA[Pengobatan Kanker]]></category>

		<category><![CDATA[Add new tag]]></category>

		<category><![CDATA[dokter kanker]]></category>

		<category><![CDATA[MAKANAN TERAPI KANKER]]></category>

		<category><![CDATA[pengobatan alternatif kanker]]></category>

		<category><![CDATA[terapi kanker]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://atmcellfood2u.com/?p=810</guid>
		<description><![CDATA[



Terapi Kanker : metode kedokteran integratif

Model ilmu pengetahuan secara cepat meningkatkan praktek kedokteran kepada kepastian patofisiologi penyakit dengan hasil pengertian yang lebih mendalam mengenai biologi tubuh manusia dan meningkatkan kesembuhan/ perbaikan dari penyakit (1) . Namun hasil lain yang tidak diharapkan adalah terjadinya erosi hubungan dokter - pasien. Implikasi lain dari sangat majunya ilmu pengetahuan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table class="MsoNormalTable" style="width: 100%; mso-cellspacing: 1.5pt; mso-yfti-tbllook: 1184;" border="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr style="mso-yfti-irow: 0; mso-yfti-firstrow: yes; mso-yfti-lastrow: yes;">
<td style="background-color: transparent; border: #ece9d8; padding: 1.5pt;">
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; line-height: normal; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto;"><span style="font-size: 12pt; color: #000000; font-family: &quot;Bookman Old Style&quot;,&quot;serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman';">Terapi Kanker : metode kedokteran integratif</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; line-height: normal; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto;">
<div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; line-height: normal; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto;"><span style="font-size: 12pt; color: #000000; font-family: &quot;Bookman Old Style&quot;,&quot;serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman';">Model ilmu pengetahuan secara cepat meningkatkan praktek kedokteran kepada kepastian patofisiologi penyakit dengan hasil pengertian yang lebih mendalam mengenai biologi tubuh manusia dan meningkatkan kesembuhan/ perbaikan dari penyakit (1) . Namun hasil lain yang tidak diharapkan adalah terjadinya erosi hubungan dokter - pasien. Implikasi lain dari sangat majunya ilmu pengetahuan kedokteran adalah keinginan untuk mengerti basis molekuler dari sistem kehidupan. Asumsi ini memungkinkan dan dipercaya oleh banyak praktisi kedokteran dapat memecahkan semua masalah kedokteran / penyakit (1). Namun ternyata ilmu yang sedemikian maju tersebut belum sepenuhnya mampu memecahkan berbagai masalah klinik komplek yang saat ini masih belum dimengerti benar mengenai mekanismenya dan pengobatannya pun kadang tidak efektif (1,2).</span></div>
<p><span style="font-size: 12pt; color: #000000; font-family: &quot;Bookman Old Style&quot;,&quot;serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman';">Perkembangan ilmu pengetahuan kedokteran yang sedemikian pesat telah banyak menciptakan spesialis dan subspesialis. Semuanya memang sangat diperlukan , namun hal tersebut juga membuat seorang praktisi kedokteran hanya memperhatikan potongan kecil permasalahan pasien (1).</p>
<p>Seringkali pendekatan melalui proses konsultasi dan pendekatan holistik pada pengobatan komplementer dapat membantu pasien untuk lebih mengontrol penyakit mereka (2 ). Namun sayangnya cara seperti ini tidak sering dilakukan karena praktisi kedokteran dengan pengetahuan , sikap dan terlatih mengenai hal ini hanya beberapa saja (3). Di sisi lain pengobatan komplementer mempunyai variasi yang sangat besar. Mulai dari ‘yang tidak masuk akal” bahkan berbahaya sampai yang memang bermanfaat. Dalam situasi seperti ini , pasien membutuhkan praktisi kedokteran yang mempunyai pengetahuan biomedik untuk membedakan hal tersebut (3). Para praktisi dan peneliti kedokteran seringkali menggunakan istilah kedokteran integratif sebagai gabungan dari pengobatan alternatif dan komplementer (PKA) dengan ilmu kedokteran konvensional. Sebenarnya pengertian kedokteran integratif menekankan pada sistem yang lebih tinggi yang memperhatikan wellness dan healing pada individu secara keseluruhan ( dimensi bio-psiko-sosio-spiritual ) sebagai tujuan utama, melalui pendekatan ilmu kedokteran konvensional maupun alternatif dalam konteks suportif dan hubungan dokter - pasien yang efektif (1,3,4). Kedokteran integratif juga memfokuskan pada pencegahan dengan memperhatikan : pola hidup, diet, olah raga, manajemen stress ,dan pengaturan emosional (3).</p>
<p>Institusi pendidikan kedokteran mempunyai peranan sangat penting dalam mengembangkan konsep kedokteran integratif . Banyak hal yang dapat dilakukan institusi pendidikan dalam hal kedokteran integratif ini (1) , diantaranya :<br />
1. Memfokuskan kembali pasien sebagai individu yang utuh dan hubungan dokter - pasien<br />
2. Melibatkan pasien sebagai bagian aktif dari proses kesembuhannya dengan mengajarkan setiap pasien cara yang terbaik untuk meningkatkan derajat kesehatannya<br />
3. Tetap terbuka untuk mengerti kelebihan maupun keterbatasan ilmu kedokteran konvensional dan menyadari bahwa ilmu pengetahuan kedokteran tersendiri tidak efektif dalam mengatasi semua kebutuhan komplek pasien kita (1,2)<br />
4. Memberikan pada mahasiswa kedokteran , dasar PKA termasuk prinsip dasar seperti bukti mengenai efektifitasnya maupun kerugiannya. Tanpa adanya pendidikan tambahan mengenai PKA , para praktisi nantinya tidak dapat berfungsi sebagai dokter yang mampu menerima informasi serta tuntunan yang akurat untuk pasiennya (1,2,5) . Survei yang dilakukan pada 302 dokter di Denver menunjukkan bahwa 84 % menginginkan pendidikan lebih lanjut mengenai PKA dengan alasan utama : agar dapat mengetahui keamanan dan keefektifan PKA sehingga mampu mendiskusikannya dengan pasien ( 6)<br />
5. Mahasiswa kedokteran sebaiknya diajarkan pula bagaimana menemukan dan mengevaluasi bukti keefektifan dan keamanan dari pengobatan komplementer. Dengan tujuan akhir mahasiswa kedokteran mendapatkan ketrampilan tambahan mengenai keterbukaan, rasa sensitif kepada masalah kultural maupun kepercayaan, komunikasi dan mampu melakukan critical appraisal terhadap berbagai literatur mengenai PKA (7)<br />
6. Dilakukan penelitian klinik untuk mengetahui efektifitas PKA. Penelitian ini penting karena hasilnya dapat digunakan sebagai dasar evaluasi bagi keamanan , kerasionalan penggunaannya , kepuasan pasien dan analisa biaya saat PKA diintegrasikan pada kedokteran konvensional (1,2 8 )<br />
. 7. Tetap memperhatikan segi spiritual dan kebutuhan emosional pasien dan menyarankan penggunaan terapi PKA yang sesuai jika memang meningkatkan penyembuhan dari kedokteran konvensional<br />
8. Penelitian pada Human Healing sebaiknya selalu menanyakan pada berbagai tingkatan seperti : faktor-faktor yang memfasilitasi atau menghambat proses kesembuhan pada seorang individu, potensi –potensi yang bisa dikembangkan dan faktor-faktor keterbatasannya<br />
9. Kita dapat belajar dari berbagai ‘sisi lain’ lain ilmu kedokteran seperti efek plasebo, hipnoterapi, studi psikososial, dan pendekatan spiritual. Kedokteran komplementer bukanlah akhir dari semua terapi ‘ sisi lain’ tersebut, tapi dapat berfungsi sebagai wadah yang umum untuk suatu perubahan yang kreatif (9)</p>
<p>Harapan di masa depan bahwa tiap penyakit yang diderita selalu ditanyakan apa masalahnya, terapi spesifiknya dan bagaimana cara meningkatkan respon kesembuhan diri , serta adakah bukti ilmiahnya (9).</p>
<p>KEDOKTERAN INTEGRATIF PADA PENANGANAN KANKER SEBAGAI CONTOH MODEL. Pada pengobatan kanker , terapi konvensional yang ada dirasakan pula keterbatasannya (10 ) . Di sisi lain ada pula peningkatan ketertarikan para praktisi untuk mengeksplorasi lebih lanjut mengenai aspek-aspek terbaik yang dapat diambil dari terapi komplementer (2,6) .</p>
<p>Pengobatan kanker secara integratif di US menggunakan terapi konvensional seperti kemoterapi, pembedahan, radioterapi dan dilengkapi dengan terapi psikologi, relaksasi, tumpangan tangan ( therapeutic touch ) , terapi nutrisi, spiritual, dan ‘alternative immune therapi’. Berikut ini diungkapkan beberapa prinsip terapi kanker integratif tersebut (10):<br />
1. Terapi kanker difokuskan pada individu secara menyeluruh dan tidak hanya pada penyakit kanker itu sendiri. Sesuai dengan prinsip Hipokrates ‘ Be benefit and do no harm ‘ , merupakan suatu instruksi eksplisit kepada fokus individu yang menyeluruh. Terapi kanker yang secara teknik berhasil dalam mempertahankan kehidupan fisik namun meninggalkan pasien dalam kondisi tubuh yang tidak dapat ditolerir oleh dirinya , tidaklah sesuai dengan prinsip tersebut<br />
2. Ada perbedaan mendasar mengenai kata Curing dan Healing. To Cure berasal dari bahasa latin Curare yang artinya to take care atau charge off , yang menekankan pada suksesnya suatu terapi medis; sedangkan Heal berasal dari bahasa Inggris lama Haelen yang berarti Become whole yang erat berhubungan dengan kata Holy. Jadi kata Healing memberi tempat pada setiap tingkat termasuk fisik, emosional, mental dan juga spiritual. Jadi ada saat dimana pasien dapat “cured “namun tidak ” healed “. Adapula saat dimana kita dapat membantu pasien untuk “ Heal “ meskipun kita tidak dapat “membebaskan” penyakitnya<br />
3. Pada Banyak kasus kanker yang resisten terhadap suatu terapi konvensional , tidak ada paket khusus optimal yang dapat diberikan pada suatu jenis kanker yang sama. Setiap pasien mempunyai pendekatan terapi integratif yang berbeda. Tiap individu adalah spesifik dan adanya Biochemical individuality. Tiap pasien mempunyai latar belakang etiologi , sosio-kultural berbeda. Pendekatan individu secara menyeluruh penting dan tidak hanya memfokuskan terhadap penyakitnya ( It’s more important to know what kind of patient has the disease than what kind the disease the patient has )<br />
4. Memperbesar harapan pasien dalam suatu keadaan ketidakpastian bukanlah merupakan suatu kesalahan. Pada kasus kanker selalu ada kelompok pasien yang mengalami remisi maupun tetap ‘survive’. Kelompok ini dapat dijadikan sebagai pusat perhatian harapan positif pasien kanker.<br />
5. Pada pendekatan terapi integratif , jika suatu terapi komplementer tidak menimbulkan efek yang membahayakan bagi pasien maka terapi komplementer tersebut mungkin berguna dengan cara meningkatkan kesehatan secara keseluruhan dengan mengikutsertakan pasien secara aktif dalam proses pengobatan dan dapat memberikan pula efek plasebo positif. Pasien pengguna terapi komplementer seringkali mempunyai harapan kesembuhan yang tinggi dibandingkan dengan pasien pengguna terapi konvensional. Harapan pasien berkorelasi dengan hasil terapi. Terapi akan menjadi seolah lebih efektif bila pasien sebelumnya mempunyai harapan yang besar terhadap terapi tersebut (11).<br />
6. Terapi integratif juga menekankan pada kenyamanan pasien dan terbinanya hubungan baik antar dokter –pasien – keluarga ( to cure occasionally , relieve sometime, comfort always ).</p>
<p>SIMPULAN Kedokteran integratif menekankan pada hubungan dokter-pasien sebagai titik sentral. Kedokteran konvensional dapat memanfaatkan sisi positif PKA untuk membantu kesembuhan pasien dalam suatu program terapi yang terintegratif.</p>
<div></div>
<p></span><span style="font-size: 8.5pt; color: #000000; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman';">SUMBER PUSTAKA</p>
<p>1. Snyderman R, Weil AT. Integrative medicine; bringing medicine to its roots. Arch intern med 2002 ; 162 : 395 – 7<br />
2. Turana Y. Seberapa besar manfaat pengobatan alternatif. Medika 2002 ; no 6 , tahun XXVIII ; 365 – 8.<br />
3. Bell IR, Caspi O, Schwartz GER, Grant KL,Gaudet TW, Rycchener D, et al. Integrative medicine and systemic outcomes research. Arch Intern Med 2002 ; 163 : 133- 40.<br />
4. Rees L, Weil A. Integrated medicine, imbues orthodox medicine with the values of complementary medicine. BMJ 2001 ; 322 : 119 – 20.<br />
5. Marcus DM. How should alternative medicine be taught to medical students and physicians ?. Acad med 2001 ; 76 : 224 – 9.<br />
6. Winslow LC, Shapiro H. Physicians want education about complementary and alternative medicine to enhance communication with their patients. Arch Intern Med 2002 ; 162 : 1176 – 81.<br />
7. Berman BM. Complementary medicine and medical education. BMJ 2001 ; 322 : 121 – 2.<br />
8. Integrative medicine institute. Available at : www.integrativemed.org<br />
9. Reilly D. Enhancing human healing. BMJ 2001 ; 322 : 120 – 1.<br />
10. Lerner M. Varieties of integral cancer therapies. In : Carlson RJ, Newman B (editor ) . Issues and trends in health . St Louis; Mosby Co 1987.P.283-99.<br />
11. Moore J, Phipps K, Marcer D. Why do people seek treatment by alternative medicine ?. BMJ 1985 ; 290 : 28 -9.</p>
<p></span></p>
<div></div>
<p><span style="font-size: 8.5pt; color: #000000; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman';"></p>
<p class="MsoNormal" style="background: white; margin: 12pt 0in; line-height: 150%;"><em><span style="font-size: 14pt; color: #646464; line-height: 150%; font-family: &quot;Arial Narrow&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN; mso-ansi-language: EN; mso-bidi-font-family: Arial;">Peningkatan kadar Oksigen dalam darah sangat membantu proses pengobatan alternatif kanker bisa didapatkan dengan menkonsumsi produk ATM Cellfood secara rutin dan bisa dilakukan setiap 1-2 Jam minum 10 tetes Cellfood dgn air R/O atau TDS=0. Perbanyak makana bersifat alkali sayuran brocoli dan wortel. Konsumsi Tomat (tetapi tidak boleh terlalu banyakuntuk penderita asam urat) dan buah pepaya.</span></em><em></em></p>
<p class="MsoNormal" style="background: white; margin: 12pt 0in; line-height: 150%;"><em><span style="font-size: 14pt; color: #646464; line-height: 150%; font-family: &quot;Arial Narrow&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN; mso-ansi-language: EN; mso-bidi-font-family: Arial;">Konsumsi ATM Spirulina juga sangat membantu, karena ATM Spirulina memiliki kandungan kadar Betakaroten dan Fikosianin yang Tinggi. Betakroten dan Fikosianin berfungsi untuk membantu menghambat dan membunuh sel-sel kanker.</span></em><em></em></p>
<p class="MsoNormal" style="background: white; margin: 0in 0in 10pt; line-height: 19.2pt;"><span style="font-family: Calibri;"><em><span style="font-size: 10pt; color: #000000; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-ansi-language: EN; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; mso-ascii-font-family: Calibri; mso-hansi-font-family: Calibri;"> </span></em><em></em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="background: white; margin: 0in 0in 10pt; line-height: 19.2pt;"><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><em><span style="font-size: 16pt; color: #000000; font-family: &quot;Bookman Old Style&quot;,&quot;serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-ansi-language: EN; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman';">Beli SEKARANG JUGA</span></em></strong><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><em></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="background: white; margin: 0in 0in 10pt; line-height: 19.2pt;"><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><em><span style="font-size: 16pt; color: #000000; font-family: &quot;Bookman Old Style&quot;,&quot;serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-ansi-language: EN; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman';">ATM Spirulina dan ATM Cellfood</span></em></strong><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><em></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt;"><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><em><span style="font-size: 16pt; color: #000000; line-height: 115%; font-family: &quot;Bookman Old Style&quot;,&quot;serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-ansi-language: EN; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman';">CALL: Suwanto Njoto -<span style="mso-spacerun: yes;">  </span>0811309039</span></em></strong><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; line-height: normal; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; line-height: normal; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto;"> </p>
<p> </p>
<p></span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://atmcellfood2u.com/terapi-kanker-metode-kedokteran-integratif/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Terapi Kanker dari Alam</title>
		<link>http://atmcellfood2u.com/terapi-kanker-dari-alam/</link>
		<comments>http://atmcellfood2u.com/terapi-kanker-dari-alam/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Jun 2009 05:00:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>atm-suwanto</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Artikel Kanker]]></category>

		<category><![CDATA[Pengobatan Kanker]]></category>

		<category><![CDATA[Testimoni]]></category>

		<category><![CDATA[Testimoni Kanker]]></category>

		<category><![CDATA[MAKANAN TERAPI KANKER]]></category>

		<category><![CDATA[pengobatan alternatif kanker]]></category>

		<category><![CDATA[Terapi alternatif kanker]]></category>

		<category><![CDATA[terapi kanker]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://atmcellfood2u.com/?p=805</guid>
		<description><![CDATA[Terapi Kanker dari Alam 
Di luar negeri dikenal curcumin dan ginseng Vietnam. di Indonesia ada temu putih, temu mangga, kunyit, dan mahkota dewa. Tanaman-tanaman itu dapat dimanfaatkan untuk mengatasi tumor dan kanker.Sekali lagi tentang kanker. Pengobatan penyakit ini dilakukan dengan beberapa cara. Umumnya terapi dilakukan dengan menggunakan teknologi modern dan terapi kimia, yakni dengan obat-obatan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #ff0000; font-family: Verdana;"><strong>Terapi Kanker dari Alam </strong></span></p>
<div><span style="font-size: x-small;"><span style="font-family: Verdana;">Di luar negeri dikenal curcumin dan ginseng Vietnam. di Indonesia ada temu putih, temu mangga, kunyit, dan mahkota dewa. Tanaman-tanaman itu dapat dimanfaatkan untuk mengatasi tumor dan kanker.Sekali lagi tentang kanker. Pengobatan penyakit ini dilakukan dengan beberapa cara. Umumnya terapi dilakukan dengan menggunakan teknologi modern dan terapi kimia, yakni dengan obat-obatan berbahan dasar kimia.</span></span></div>
<p><span style="font-size: x-small;"><span style="font-family: Verdana;">Terapi yang paling sering dilakukan adalah kemoterapi, radioterapi, dan kombinasi. Pada umumnya, terapi-terapi tersebut memiliki efek samping yang membuat para penderita merasa tidak nyaman dan malah mengeluhkan mual, rasa terbakar, saraf perasa tak berfungsi untuk sementara, pencernaan terganggu, dan rambut rontok. Penelitian terhadap terapi pengobatan tumor dan kanker juga dilakukan di berbagai penjuru dunia. Salah satu contohnya adalah vaksin untuk mengendalikan sel-sel kanker yang ditemukan oleh pakar kedokteran di Kuba.</p>
<p>Penelitian juga dilakukan pada berbagai tanaman yang diduga memiliki khasiat obat. Di beberapa negara dan daerah, ada beberapa jenis tanaman yang mampu mengatasi tumor dan kanker. Contohnya temu putih dan keladi tikus yang banyak digunakan dalam ramuan antikanker oleh para terapis tradisional dan terapis herbal. Beberapa waktu lalu di Jakarta, Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan, Sampurno mengemukakan, tanaman berkhasiat obat itu perlu dikembangkan. &#8220;Tanaman obat ini tak mengandung efek samping yang berarti bagi tubuh. Di samping itu, kita memiliki banyak pengalaman dalam menggunakannya secara turun-temurun. Karena itu, perlu peningkatan penelitian terhadap tanaman obat ini,&#8221; katanya.</p>
<p><strong>Antitumor Promoter</strong></p>
<p>Banyak penelitian banyak melaporkan, pemicu tumor dan kanker berasal dari pengaruh dalam maupun luar tubuh. Pengaruh dari dalam tubuh berupa unsur genetika. Sedangkan pengaruh dari luar tubuh adalah lingkungan, seperti makanan, udara, dan faktor tekanan lingkungan.</p>
<p>Karsinogenik atau zat karsinogen merupakan unsur yang dinilai banyak pengaruhnya dalam menciptakan ketidaknormalan pertumbuhan sel dalam tubuh. Unsur yang bersifat racun bagi tubuh ini terdapat pada makanan dan lingkungan (seperti polusi udara).</p>
<p>Untuk pencegahan tumor dan kanker, cara yang paling penting adalah menghindari unsur karsinogen ini. Cara lainnya adalah mengonsumsi bahan-bahan yang terbukti menghambat atau mencegah pertumbuhan tumor atau kanker. Bahan-bahan inilah yang disebut antitumor promoter.</p>
<p>Salah satu antitumor promoter adalah curcumin (rimpang kunyit dan temu-temuan seperti temu putih). Menurut penelitian Kuo ML, Huang TS, dan Lin JK dari Toxicology College of Medicine, Universitas Nasional Taiwan, curcumin mengandung antioksidan dan juga antitumor promoter. Dalam laporannya yang dipublikasikan di Taipeh, Taiwan disebutkan, curcumin yang digunakan sebagai bumbu dan pewarna makanan itu memiliki zat aktif antioksidan, antiradang, dan antitumor.</p>
<p>Menurut hasil penelitian mereka, curcumin menghambat sel promyelocitik leukemia HL-60 (dalam kanker darah) dengan konsentrasi rendah sekitar 3,5 mikrogram/ml. Bahkan, daya hambat curcumin itu semakin tinggi bila dosisnya ditingkatkan. Sementara itu, sejumlah peneliti dari Jepang mengungkapkan kemampuan ginseng Vietnam. Laporan yang dipublikasikan di Medline itu menyebutkan, ginseng Vietnam dikenal memiliki khasiat untuk banyak penyakit serius dan meningkatkan kekuatan tubuh.</p>
<p>Para peneliti itu mengisolasi zat aktif dari ginseng, seperti protopanaxadiol-type saponin (ginsenosides-Rb1, -Rd2, -Re3, ginsenoside-Rg1, dan notoginsenoside R1. Unsur lainnya adalah ocotillol-type saponins seperti majonoside R1 dan majonoside R2. &#8220;Untuk mendapatkan agen kemopreventif kanker (antitumor promoter), kami menapis beberapa ekstrak tanaman dengan menggunakan efek inhibitori dari metode antigen virus Epstein-Barr (EBV-EA). Kandungan terbanyak adalah majonoside R2 yang ternyata paling kuat efeknya,&#8221; begitu laporan tersebut. Kemampuan unsur ini ternyata lebih tinggi dibanding asam glisiretik yang dikenal selama ini sebagai antitumor promoter.</p>
<p><strong>Arsenik</strong></p>
<p>Sementara itu, zat arsenik (As) yang beracun ternyata bisa digunakan untuk pengobatan kanker darah atau leukemia. Arsenik yang digunakan sebagai pembunuh hama dan sangat mematikan bagi makhluk hidup ini mampu membantu sebanyak 90 persen dari 63 pasien leukemia.</p>
<p>Penelitian tersebut dilakukan oleh tim ahli dari Universitas Kedokteran di Teheran, Iran. Mereka menggunakan arsenik trioksida untuk mengobati acute promyeloctytic leukaemia. Namun, menurut Dr David Grimwade dari Guy&#8217;s, dari King&#8217;s &amp; St Thomas&#8217;s School of Medicine, Inggris, terapi ini merupakan kemoterapi tradisional yang sudah lama digunakan sebagai terapi kanker. Yang menarik, Ken Campbell dari Leukaemia Research Fund malah heran karena baru kali ini dia mendapati bahwa arsenik trioksida digunakan untuk terapi leukemia.</p>
<p><strong>Antitumor Promoter di Indonesia</strong></p>
<p>Prof Dr dr Sjamsuridjal Djauzi, direktur utama RS Kanker Dharmais (RSKD) mengatakan, penelitian berbagai terapi untuk kanker terus dilakukan. &#8220;Kami terus mencoba melakukan penelitian terhadap berbagai bahan dan metode untuk terapi kanker. Salah satunya seperti yang dilakukan di Kuba yang kami berminat untuk menerapkannya di sini, seperti lewat vaksin.&#8221;</p>
<p>Langkah penelitian lainnya, lanjut Sjamsuridjal, adalah yang dilakukan oleh RSKD bekerja sama dengan Jurusan Farmasi FMIPA UI dan Jurusan Farmasi Universitas Tujuh Belas Agustus. Penelitian itu melibatkan tim yang terdiri atas Wan Lelly Heffen, Dewi Kristanti, Nurhuda, Erilia, Deby, Mirna, dan Ade Novi.</p>
<p>Penelitian mereka berupaya menekan tumor promoter dengan beberapa komponen dari obat hasil alam. Studi fitokimia ini mempunyai keuntungan besar pada aplikasi klinis. Soalnya, daya toksositasnya rendah sehingga dapat digunakan dalam jangka waktu yang panjang.</p>
<p>Pengujian potensi sitotoksik beberapa jenis tumbuhan telah dilakukan di RSKD terhadap kanker serviks sel line. Tumbuhan itu antara lain Curcuma zeodoaria (temu putih), Curcuma domestica (kunyit), dan Curcuma mangga (temu mangga), serta Phaleria macrocarpa Boerl. (mahkota dewa).</p>
<p>Dari penelitian tersebut, ternyata rimpang segar temu putih mempunyai potensi kematian sel kanker di atas 50 persen. Kemampuan ini pada konsentrasi 50, 100, 150, dan 200 mikrogram/ml. Sedangkan untuk sediaan jadi temu putih (ZF kapsul) mempunyai potensi kematian sel kanker di bawah 50 persen pada dosis yang sama. Sementara itu, daging buah segar mahkota dewa memiliki potensi kematian sel kanker di atas 50 persen pada konsentrasi 100, 150, dan 200 mikrogram/ml.</p>
<p>Kesimpulan dari penelitian tersebut, jenis-jenis tumbuhan alam ini sangat potensial untuk dikembangkan menjadi antitumor promoter. Ini dilakukan sebagai pengobatan suportif pada kanker.</p>
<p><em>Sumber: Republika Online</em></p>
<p></span></span></p>
<p><span style="font-size: x-small;"><span style="font-family: Verdana;"><em></em></span></span></p>
<p><em><span style="font-size: x-small; font-family: Verdana;">Saran dari saya:</span></em> </p>
<div><em></em></div>
<p><em><span style="font-size: x-small; font-family: Verdana;"></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 12pt 0cm; line-height: 150%;"><span style="font-size: 12pt; color: #646464; line-height: 150%; font-family: 'Arial Narrow','sans-serif'; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN; mso-bidi-font-family: Arial;">Upaya pencegahan yang dapat dilakukan adalah sebaiknya menghindari radiasi, menghindari polusi dan asap rokok, selalu menyantap makanan sehat dan menghindari makanan yang mengandung bahan-bahan kimia tambahan, mengurangi konsumsi lemak, serta membiasakan untuk hidup sehat, menyantap makanan sehat, terlindung dari polusi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 12pt 0cm; line-height: 150%;"><span style="font-size: 12pt; color: #646464; line-height: 150%; font-family: 'Arial Narrow','sans-serif'; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN; mso-bidi-font-family: Arial;">Peningkatan kadar Oksigen dalam darah sangat membantu proses pengobatan alternatif kanker bisa didapatkan dengan menkonsumsi produk ATM Cellfood secara rutin dan bisa dilakukan setiap 1-2 Jam minum 10 tetes Cellfood dgn air R/O atau TDS=0. Perbanyak makana bersifat alkali sayuran brocoli dan wortel. Konsumsi Tomat (tetapi tidak boleh terlalu banyakuntuk penderita asam urat) dan buah pepaya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 12pt 0cm; line-height: 150%;"><span style="font-size: 12pt; color: #646464; line-height: 150%; font-family: 'Arial Narrow','sans-serif'; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN; mso-bidi-font-family: Arial;">Konsumsi ATM Spirulina juga sangat membantu, karena ATM Spirulina memiliki kandungan kadar Betakaroten dan Fikosianin yang Tinggi. Betakroten dan Fikosianin berfungsi untuk membantu menghambat dan membunuh sel-sel kanker.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 10pt;"><span style="font-size: small; color: #000000; font-family: Calibri;"><span style="font-size: x-small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 10pt;"><span style="font-size: 16pt; line-height: 115%;"><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Calibri;">Beli SEKARANG JUGA</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 10pt;"><span style="font-size: 16pt; line-height: 115%;"><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Calibri;">ATM Spirulina dan ATM Cellfood</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 10pt;"><span style="font-size: 16pt; line-height: 115%;"><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Calibri;">CALL: Suwanto Njoto -<span style="mso-spacerun: yes;">  </span>0811309039</span></span></span></p>
<p> </p>
<p></span></em></p>
<p><em></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://atmcellfood2u.com/terapi-kanker-dari-alam/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>

